KEMALIQ RANGET

   Suku Sasak adalah suku bangsa yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak. Sebagaian besar suku Sasak beragama Islam. Di Lombok sendiri terdapat banyak kebudayaan yang masih dijalankan dan diikuti oleh masyarakat suku Sasak sampai saat ini. Dalam proses pelaksanaan kegiatan kebudayaan ini memiliki tempat pelaksanaan khusus yang dipercayai oleh masyarakat suku Sasak sebagai tempat yang sakral, salah satunya adalah Kemaliq.

   Kemaliq merupakan suatu tempat untuk melakukan kegiatan kebudayaan, dimana oleh pengikutnya Kemaliq dimaknai sebuah prasasti peninggalan para leluhur yang harus dijaga dan dirawat oleh Suku Sasak. Setiap tempat di Lombok memiliki tempat-tempat tersendiri yang dipercayai sebagai Kemaliq. Salah satunya adalah Kemaliq Ranget yang terdapat di Dusun Ranget, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat NTB.

     Kemaliq adalah prasasti leluhur orang Sasak, dimana itu menjadi bukti bahawa leluhur orang Sasak memeluk agama Islam. Menurut tokoh-tokoh budaya Sasak, orang sasak sudah memeluk Islam sebelum Nabi Muhammad SAW lahir, dan kedatangan agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW merupakan penyempurnaan dari ajaran islam sebelumya.

   Untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang Kemaliq ini kami melakukan observasi di Dusun Ranget, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat NTB. Di dusun ini terdapat 67 kepala keluarga yang terdiri dari 240 jiwa penduduk dan semuanya beragama islam. Disana kami melakukan wawancara terhadap salah satu tokoh masyarakat yaitu kepala dusun Ranget bernama Septori Wirawan. Bapak Septori juga merupakan keturunan ke-5 yang menjaga dan memelihara Kemaliq ini. Selain itu beliau melakukan sholat dan sesekali mengirimkan doa berupa Surah Al-Fatiha untuk para leluhur yang terdahulu, sebagai bentuk penghormatan terdapat para leluhur terdahulu.

   Adanya anggapan masyarakat bahwa Kemaliq bertentangan dengan agama, dianggap sebagai sesuatu yang buruk (sirik). Namun jika kita sama-sama mengkaji dan memahami Kemaliq dalam konteks budaya kita tidak akan melihat agama dan budaya sebagai sesuatu yang bertentangan. Dengan banyaknya pengaruh dari luar dan anggapan tersebut membuat Kemaliq dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Padahal oleh para leluhur Kemaliq dijadikan tempat untuk bertafakur kepada Allah SWT.

Oeh karena itu Kemaliq ini harus dipelihara dan dijaga oleh orang Sasak karena itu adalah prasasti bumi Sasak dan merupakan bukti sejarah orang Sasak. Kemaliq ini sangat penting untuk dijaga sebagai identitas diri orang Sasak.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemaliq Ranget